Sekolah Unik??
Baca website ini http://www.sudval.org, kayanya sih itu mirip2 dengan system homeschooling plus metode montessori kali yaa cuma dikelola oleh private school. Di US sendiri memang udah common dengan homeschooling, yah emang gak ada pe-er, exam, paling nanti cuma ada ujian persamaan aja untuk ke jenjang lebih tinggi. Cuma ortunya yaa harus commit deh untuk membimbing anaknya, walau engga di waktu yang tetap/konsisten, karna belajarnya pun bisa di mana2, sampe istilahnya pas belanja pun sekalian belajar, atau di alam terbuka. Aku baca2 di buku2 mengenai homeschooling experience sih memang banyak juga mereka yang berhasil. Kalo metode montessori sendiri kan memang belajar yang disesuaikan dengan individual anak2, jadi engga ada keharusan anak2 harus belajar ini atau itu, kebanyakan dengan praktek2/eksperimen yang kadang anaknya engga ‘ngeh’ kalo itu sebenarnya belajar juga, jadi mereka enjoy. Di Sud-Val itu menurut penangkapanku sih memang engga ada istilah guru, tapi ada pembimbingnya, staff yang bisa menjawab pertanyaan di berbagai bidang apa aja yang anak itu tanyakan. Jadi malah bagusnya si anak akan mendapat jawaban yang sourcenya jelas-ini berarti proses belajar juga kan. Dan diadakan voting tahunan untuk para pembimbingnya itu berarti anak diajarkan untuk aktif bersuara, yang baik pasti bertahan, yang buruk yaah akan out. Itupun sepertinya pelajaran juga kan, bahwa si anak tsb jadi mikir deh, yg baik, yang aktif yang smart, dan bersosialisasi akan maju . Kalo aku sendiri, mungkin baru berani masukin anakku ke sekolah seperti sud-val itu memang kalo udah kebanyakan uang kali yaa…..tanpa harus neko2 memikirkan anakku harus jadi apa gedenya, harus jadi yang membanggakan, harus bisa menghidupi, just want they have their own life, enjoy it, w happy soul… sebenarnya tertarik sekali dengan metodenya (kebalikan banget sama metode spore yang akademik banget/monoton). Menurutku beruntung sekali anak2 yang bisa belajar by enjoying it, mereka kan secara engga sadar memang EQ and IQ nya terasah, perasaan, kalo dipikir2 kaya model spore y sistem pendidikannya sangat keras/berat, berapa persenkan yang benar2 berhasil dalam karir?? baik di dalam ato internasional? Kaya2nya makin banyak foreign yang masuk sini malah, kerja profesional di sini, di koran pun sudah ada yang komplain karna semakin banyak foreign masuk semakin sedikit peluang orang asli sini to get ‘decent’ job….nahh kasian juga kan kalo dipikir nasib mereka, udah dari jamannya imut2 udah dijejali pelajaran ini itu, les ini itu, engga ada waktu main, just study..study..n study….. But sometimes we just don’t have any choice, do we?? Karena aku tinggal di spore yaah, pa boleh buat, aku sih tetap masukin anakku ke public school yang kadang aku pikir agak semena2 kalo kasih task buat anak2. Cuma aku imbangin juga dengan kasih kegiatan luar sekolah seperti les renang dan ballet, itu semua emang pilihannya, bukan paksaanku lhoo. Paling engga ada harapan sedikit, setidaknya ada sedikit warna di dalam kehidupan anakku, so life is not just for living, not just study to earn money for living. I just wish that her life will have more color, more meaning by doing what she loves. And I really feel guilty everytime I push her to do/try her best in her academic. But once again, sometimes I feel that I don’t have any choice
All those are my thoughts based on what’s my friend Meutia wrote;
Meutia Chaerani wrote: Aku nemu website ini http://www.sudval.org yang sudah berdiri dari tahun 1960an Nggak ada kelas, gak ada PR, gak ada kurikulum, gak ada guru, gak ada ujian. Para siswa mengajar dirinya sendiri semau-maunya. Para siswa membentuk dewan untuk bahkan menentukan staf sekolah yang bagus pekerjaannya, dan staf sekolah yang pantas untuk dipecat. Untuk lulus dari sekolah ini, siswa harus mempresentasikan dirinya kepada seluruh sekolah, cerita mengenai apa aja yang sudah dia pelajari selama bersekolah, dan kenapa dia pantas untuk lulus dari sekolah ini. Lantas, seluruh sekolah akan melakukan voting, apakah siswa tsb sudah pantas lulus atau belum. Menariknya, 90 persen lulusannya masuk ke uni bergengsi di amerika. Para lulusannya tergolong sukses dalam masyarakat. Padahal mereka gak pernah mendapat nilai bagus di sekolah (ya karena gak ada ujian, maka gak ada nilai di sekolah ini). Bagaimana pendapat anda mengenai sistem pendidikan nyeleneh kayak begini? Berbahayakah? Quote: At Sudbury Valley School, students learn to think for themselves, and learn to use Information Age tools to unearth the knowledge they need from multiple sources. They develop the ability to make clear logical arguments, and deal with complex ethical issues. Through self-initiated activities, they pick up the basics; as they direct their lives, they take responsibility for outcomes, set priorities, allocate resources, and work with others in a vibrant community. Children ages 4-19 explore the world freely, at their own pace and in their own unique ways. Trust and respect are the keys to the school’s success. Students enjoy total intellectual freedom, and unfettered interaction with other students and adults. Through being responsible for themselves and for the school’s operation, they gain the internal resources needed to lead effective lives. Here, students of all ages determine what they will do, as well as when, how, and where they will do it. This freedom is at the heart of the school; it belongs to the students as their right, not to be violated. The fundamental premises of the school are simple: that all people are curious by nature; that the most efficient, long-lasting, and profound learning takes place when started and pursued by the learner; that all people are creative if they are allowed to develop their unique talents; that age-mixing among students promotes growth in all members of the group; and that freedom is essential to the development of personal responsibility.
